Jurnalis Mataram Gelar Aksi Solidaritas

Kompas.com - 31/05/2012, 16:52 WIB

MATARAM, KOMPAS.com – Puluhan wartawan dari berbagai media di Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggelar aksi solidaritas atas kasus kekerasan yang menimpa sejumlah jurnalis di Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/5/2012).

Aksi yang digelar di depan Markas Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Mataram ini meminta jaminan pihak pangkalan TNI AL di Mataram agar kasus kekerasan yang dilakukan TNI AL di Padang, tidak terulang lagi.

Dengan mengusung berbagai poster tuntutan, para wartawan tergabung dalam Koalisi Wartawan (KAWAN) Mataram, menyatakan keprihatinan mereka atas peristiwa yang menimpa sejumlah jurnalis di Padang, yang dianiaya oleh puluhan anggota Marinir saat melakukan peliputan.

KAWAN Mataram mendesak agar para pelaku penganiayaan di Padang segera diadili dan diberikan hukuman seberat-beratnya, karena tindakan mereka telah melampaui batas dan tidak mencerminkan perilaku seorang aparat negara. Koalisi wartawan juga mendesak agar kasus-kasus kekerasan, termasuk pembunuhan wartawan di negeri ini tidak dipetieskan.

Tindakan negara yang melakukan impunitas terhadap pelaku kasus-kasus kekerasan dan pembunuhan terhadap wartawan diyakini menjadi pemicu terulangnya kasus serupa. “Tidak ada alasan untuk mempetieskan kasus kekerasan di Padang, pelakunya harus dihukum untuk menjadi pelajaran agar kasus-kasus serupa tidak perlu terulang kembali,” kata Hasanudin, koordinator aksi.

Di depan pintu gerbang Lanal Mataram, massa KAWAN Mataram juga menggelar doa untuk keselamatan jurnalis di Indonesia, sembari meletakkan kartu identitas dan alat-alat kerja mereka.

Menanggapi aksi ini, Dandenkomal Mataram, Mayor Laut PM Purbo, menyatakan permintaan maafnya atas peristiwa kekerasan terhadap wartawan di Padang, Purbo berjanji kasus serupa tak akan terjadi di NTB.  “Kejadian serupa tidak akan terjadi di Mataram, kalaupun di luar pantauan kami ada oknum yang berbuat serupa kawan-kawan jurnalis yang ada di Mataram jangan ragu, jangan bimbang. Ulah oknum yang seperti itu pasti akan ditindak oleh Dinas dan akan diproses menurut hukum oleh Polisi Militer Angkatan Laut,” kata Purbo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau